Sudah tahukah Anda? Salah satu komponen utama dalam sistem kemudi mobil yang sering kali luput dari perhatian adalah Steering Rack (Rack Steer). Padahal, fungsi steering rack pada mobil sangat vital karena berhubungan langsung dengan kendali arah kendaraan. Saat pengemudi memutar setir, steering rack bekerja meneruskan pergerakan tersebut ke roda depan agar mobil dapat berbelok sesuai keinginan.
Banyak pengendara baru menyadari pentingnya steering rack ketika muncul gejala seperti setir terasa berat, ada bunyi dari kaki-kaki, atau mobil sulit dikendalikan saat berbelok. Kerusakan pada steering rack tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga sangat berbahaya jika dibiarkan.
Oleh karena itu, memahami fungsi steering rack dan dampak yang timbul jika komponen ini rusak menjadi hal penting bagi setiap pemilik kendaraan. Pada artikel ini, kita akan membahas empat fungsi steering rack pada mobil serta bahaya yang mengintai jika terjadi kerusakan.
Fungsi Steering Rack pada Mobil
Steering rack menjadi salah satu komponen mekanis Sparepart mobil yang berfungsi mengubah gerakan putar dari setir menjadi gerakan linear ke kiri dan ke kanan. Selain itu, adapun 4 fungsi steering rack pada mobil yang tidak kalah penting, seperti :
1. Mengontrol Arah Kendaraan
Fungsi utama steering rack adalah mengontrol arah laju mobil. Ketika pengemudi memutar setir, steering rack meneruskan perintah tersebut ke roda depan. Dengan begitu, mobil bisa berbelok ke kiri atau ke kanan sesuai dengan arah kemudi. Tanpa steering rack yang berfungsi baik, arah kendaraan tidak akan bisa dikendalikan dengan presisi.
Steering rack yang sehat membuat pergerakan setir terasa ringan, responsif, dan stabil. Ini sangat penting terutama saat berkendara di kecepatan tinggi atau saat harus bermanuver mendadak untuk menghindari rintangan.
2. Menjaga Stabilitas dan Presisi Kemudi
Selain mengontrol arah, steering rack juga berperan menjaga presisi kemudi. Steering rack memastikan bahwa pergerakan setir sesuai dengan sudut belok roda. Artinya, setiap putaran setir menghasilkan respons yang tepat pada roda depan.
Jika steering rack dalam kondisi baik, mobil akan terasa lurus saat setir dilepas, dan tidak menarik ke satu sisi. Presisi ini sangat membantu pengemudi agar tidak cepat lelah dan tetap nyaman selama perjalanan jauh.
3. Mengurangi Getaran ke Setir
Steering rack yang dilengkapi bushing dan sistem peredam berfungsi menyerap sebagian getaran dari roda. Hal ini membuat getaran dari jalan tidak langsung diteruskan ke setir. Dengan begitu, tangan pengemudi tidak mudah lelah dan kenyamanan berkendara tetap terjaga.
Jika steering rack rusak atau bushing-nya aus, getaran dari roda akan langsung terasa hingga ke setir. Kondisi ini tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga menandakan adanya kerusakan yang perlu segera diperbaiki.
4. Mendukung Kerja Sistem Power Steering
Pada mobil modern, steering rack bekerja bersama sistem power steering, baik hidrolik maupun elektrik (EPS). Steering rack membantu mengalirkan atau menerima bantuan tenaga agar setir lebih ringan saat diputar. Tanpa kerja steering rack yang optimal, sistem power steering tidak dapat bekerja dengan maksimal.
Steering rack yang sehat membuat setir tetap ringan dan mudah dikendalikan, terutama saat parkir atau bermanuver di ruang sempit. Ini sangat penting untuk kenyamanan dan keamanan pengemudi.
Bahaya Jika Steering Rack Rusak
Steering rack umumnya terletak di bagian Kaki-Kaki mobil, dekat dengan roda depan, sehingga rentan terkena debu, air, dan benturan dari jalan. Karena posisinya ini, steering rack memerlukan kondisi yang baik agar dapat bekerja secara optimal dan aman.
Kerusakan pada steering rack bukanlah masalah sepele. Berikut beberapa bahaya yang dapat terjadi jika steering rack mengalami kerusakan dan tidak segera ditangani:
1. Setir Menjadi Berat
Steering rack yang rusak dapat menyebabkan setir terasa berat, terutama saat berbelok. Kondisi ini sangat berbahaya karena pengemudi membutuhkan tenaga ekstra untuk mengendalikan mobil. Dalam situasi darurat, setir yang berat bisa memperlambat reaksi pengemudi.
2. Mobil Sulit Dikontrol
Jika steering rack aus atau longgar, arah roda bisa berubah tanpa kendali yang jelas. Mobil bisa terasa melayang, tidak stabil, atau bahkan tiba-tiba berbelok sendiri. Ini sangat berbahaya terutama saat berkendara di jalan tol atau kecepatan tinggi.
3. Muncul Bunyi Aneh dari Area Kemudi
Bunyi seperti “kletek”, “duk”, atau gesekan dari bagian depan mobil sering menjadi tanda awal steering rack bermasalah. Jika bunyi ini diabaikan, kerusakan bisa semakin parah dan berujung pada kegagalan sistem kemudi.
4. Keausan Komponen Lain
Steering rack yang rusak dapat menyebabkan beban kerja tidak seimbang pada komponen lain seperti tie rod, rack end, dan ball joint. Akibatnya, komponen-komponen tersebut ikut cepat aus dan biaya perbaikan menjadi lebih besar.
5. Risiko Kecelakaan Meningkat
Bahaya terbesar dari steering rack rusak adalah meningkatnya risiko kecelakaan. Hilangnya kendali arah kendaraan bisa berakibat fatal, baik bagi pengemudi maupun pengguna jalan lain. Oleh karena itu, steering rack harus selalu dalam kondisi prima.
Segera Ganti Steering Rack yang Rusak!
Setelah mengetahui bahaya kerusakan Steering Rack, maka sebaiknya segera diganti dengan yang baru. Jika dibiarkan, kerusakan pada steering rack berisiko memicu kerusakan lanjutan pada komponen sistem kemudi lainnya serta meningkatkan potensi kecelakaan di jalan.
Untuk memastikan performa kemudi kembali optimal, gunakan komponen pengganti yang berkualitas dan sesuai standar. Ichiban Auto Parts hadir sebagai rekomendasi terpercaya yang menyediakan berbagai komponen sistem kemudi seperti Tie Rod End, Long Tie Rod, hingga Ball Joint, yang dirancang kuat, presisi, dan tahan lama untuk menunjang kenyamanan serta keselamatan berkendara.
Komponen Ichiban dapat dibeli cabang dan dealer resmi PT. Anugerah Idealestari yang tersebar di berbagai kota besar di Indonesia. Lihat daftar distributor Sparepart mobil terdekat dengan lokasi Anda. Atau klik banner di bawah ini untuk menghubungi CS kami.


