8 Cara Merawat Suspensi Mobil Secara Rutin Agar Awet

cara merawat suspensi mobil

Memahami cara merawat suspensi mobil merupakan hal penting bagi setiap pemilik kendaraan. Suspensi adalah sistem yang berfungsi menopang beban mobil, meredam guncangan, serta menjaga kenyamanan dan kestabilan saat berkendara. Tanpa suspensi yang sehat, mobil akan terasa tidak nyaman, sulit dikendalikan, bahkan membahayakan keselamatan pengemudi dan penumpang. Sayangnya, masih banyak pemilik mobil yang mengabaikan perawatan atau bahkan tidak paham cara merawat suspensi mobil.

Padahal, suspensi mobil bekerja setiap saat, terutama ketika melewati jalan berlubang, polisi tidur, tanjakan, atau saat membawa muatan berat. Jika tidak dirawat secara rutin, komponen Sparepart mobil pada suspensi seperti shockbreaker, bushing arm, Ball Joint dan lainnya akan lebih cepat aus. Oleh karena itu, perawatan suspensi tidak boleh dianggap sepele. Dengan perawatan yang tepat dan rutin, suspensi mobil bisa lebih awet, performanya tetap optimal, dan biaya perbaikan besar bisa dihindari.

Dampak Jika Suspensi Mobil Bermasalah

Suspensi mobil yang bermasalah dapat menimbulkan berbagai dampak negatif, baik dari segi kenyamanan, performa, maupun keselamatan. Oleh karena itu, dampak-dampak negatif ini bisa dihindari dengan cara merawat suspensi mobil secara rutin.

Berikut beberapa dampak yang sering terjadi jika suspensi tidak dirawat dengan baik:

1. Kenyamanan Berkendara Menurun

Suspensi yang rusak atau aus tidak mampu meredam getaran dengan baik. Akibatnya, setiap jalan berlubang atau bergelombang akan terasa lebih keras dan tidak nyaman. Penumpang akan lebih mudah merasa lelah, terutama saat perjalanan jauh.

2. Mobil Menjadi Tidak Stabil

Suspensi yang bermasalah dapat membuat mobil terasa limbung saat berbelok atau bergoyang berlebihan ketika melaju di kecepatan tinggi. Hal ini sangat berbahaya karena dapat mengurangi kontrol pengemudi terhadap kendaraan.

3. Ban Cepat Aus Tidak Merata

Komponen suspensi yang aus bisa menyebabkan sudut roda berubah. Akibatnya, ban mengalami keausan tidak merata, baik di bagian dalam maupun luar. Selain boros karena harus sering ganti ban, kondisi ini juga berisiko menyebabkan mobil selip.

4. Jarak Pengereman Lebih Panjang

Suspensi yang tidak optimal membuat ban tidak menapak sempurna di jalan. Saat mengerem, daya cengkeram ban berkurang sehingga jarak pengereman menjadi lebih panjang. Ini sangat berbahaya dalam kondisi darurat.

5. Kerusakan Menjalar ke Komponen Lain

Jika satu komponen suspensi rusak dan dibiarkan, beban kerja akan berpindah ke komponen lain. Akibatnya, kerusakan bisa menjalar dan biaya perbaikan menjadi jauh lebih mahal.

Baca Juga : Kerusakan Kaki-Kaki Mobil: Penyebab Hingga Tips Menghindarinya

Cara Merawat Suspensi Mobil Secara Rutin

Agar suspensi mobil tetap awet dan bekerja optimal, berikut beberapa cara merawat suspensi mobil yang bisa dilakukan secara rutin:

1. Hindari Jalan Rusak dengan Kecepatan Tinggi

Salah satu penyebab utama kerusakan suspensi adalah benturan keras dari jalan berlubang. Jika terpaksa melewati jalan rusak, sebaiknya kurangi kecepatan. Benturan keras dapat mempercepat keausan shockbreaker, bushing, dan Ball Joint.

2. Jangan Membawa Muatan Berlebihan

Setiap mobil memiliki batas beban maksimum. Membawa muatan berlebih akan membuat suspensi bekerja lebih berat dari seharusnya. Dalam jangka panjang, hal ini dapat merusak per, shockbreaker, dan arm suspensi. Pastikan beban mobil selalu sesuai dengan kapasitas yang dianjurkan pabrikan.

3. Lakukan Pemeriksaan Kaki-Kaki Secara Berkala

Pemeriksaan Kaki-Kaki mobil khususnya suspensi sebaiknya dilakukan secara rutin, misalnya setiap 10.000–20.000 km atau saat servis berkala. Pemeriksaan ini meliputi kondisi shockbreaker, bushing arm, Ball Joint, Tie Rod, dan Link Stabilizer. Dengan pemeriksaan rutin, kerusakan bisa terdeteksi sejak dini.

4. Perhatikan Bunyi Aneh dari Bawah Mobil

Bunyi seperti “gluduk”, “kletek”, atau “klotok” saat melewati jalan tidak rata sering menjadi tanda awal suspensi bermasalah. Jangan mengabaikan bunyi-bunyi tersebut. Segera lakukan pengecekan agar kerusakan tidak bertambah parah.

5. Lakukan Spooring dan Balancing Secara Berkala

Spooring dan balancing membantu menjaga sudut roda tetap sesuai standar. Jika sudut roda tidak tepat, suspensi akan bekerja tidak seimbang dan cepat aus. Idealnya, spooring dan balancing dilakukan setiap 10.000 km atau ketika mobil terasa menarik ke satu sisi.

6. Jaga Tekanan Angin Ban

Tekanan ban yang tidak sesuai dapat memengaruhi kerja suspensi. Ban yang terlalu keras membuat suspensi menerima guncangan lebih besar, sedangkan ban kurang angin membuat suspensi bekerja lebih berat. Pastikan tekanan ban selalu sesuai rekomendasi.

7. Bersihkan Kolong Mobil Secara Berkala

Debu, lumpur, dan kotoran yang menumpuk di kolong mobil dapat mempercepat kerusakan komponen suspensi. Membersihkan kolong mobil secara rutin membantu menjaga komponen tetap bersih dan mencegah karat.

8. Ganti Komponen yang Sudah Aus

Jika ditemukan komponen suspensi yang sudah aus atau rusak, sebaiknya segera diganti. Menunda penggantian hanya akan memperburuk kondisi dan berisiko terhadap keselamatan. Gunakan suku cadang berkualitas agar lebih awet dan tahan lama.

Memilih komponen suspensi yang tepat adalah investasi penting untuk kenyamanan dan keselamatan berkendara, dan Ichiban Auto Parts hadir sebagai pilihan yang bisa diandalkan. Dengan kualitas material yang kuat, presisi tinggi, serta daya tahan teruji, Ichiban Auto Parts menyediakan beragam komponen suspensi mobil seperti Ball Joint, Link Stabilizer, hingga Control Arm yang dirancang sesuai standar kendaraan. 

Anda bisa mendapatkan komponen suspensi Ichiban melalui cabang dan dealer resmi PT. Anugerah Idealestari yang tersebar di berbagai kota besar di Indonesia. Lihat daftar distributor Sparepart mobil terdekat dengan lokasi Anda. Atau klik banner di bawah ini untuk menghubungi CS kami.