Bearing Roda mobil adalah komponen yang terpasang pada hub roda dan memungkinkan roda berputar dengan gesekan kecil. Komponen ini menahan beban kendaraan, beban samping saat menikung, serta gaya dari pengereman dan akselerasi. Karena bekerja setiap kali roda berputar, Bearing Roda mengalami keausan seiring jarak tempuh dan kondisi jalan. Kerusakan yang tidak segera ditangani dapat memengaruhi kestabilan kemudi dan komponen di sekitarnya. Artikel ini membahas fungsi Bearing Roda, tanda kerusakan, penyebab yang umum, serta langkah pemeriksaan sederhana sebelum kendaraan dibawa ke bengkel.
Fungsi Bearing Roda pada Sistem Kaki-Kaki
Bearing Roda tersusun dari bola atau rol baja yang berputar di dalam lintasan dan diberi pelumas. Susunan ini mengurangi gesekan antara hub yang berputar dan knuckle yang diam. Pada banyak mobil penumpang, bearing berbentuk unit hub bearing yang dipasang satu paket dengan flens hub. Pada tipe lain, bearing dipasang terpisah dan dilumasi grease secara berkala.
Fungsi utamanya ada tiga: menopang beban kendaraan, menjaga roda tetap berputar pada porosnya, dan memperkecil hambatan putar agar tenaga mesin tersalurkan dengan efisien. Pada sebagian kendaraan berfitur ABS, sensor kecepatan roda membaca cincin yang menyatu dengan bearing, sehingga kondisi bearing dapat memengaruhi pembacaan sistem pengereman.
Tanda-Tanda Bearing Roda Mulai Rusak
Kerusakan bearing biasanya berkembang bertahap. Gejala yang perlu diperhatikan antara lain:
- Bunyi dengung atau gemuruh dari area roda yang semakin keras seiring bertambahnya kecepatan.
- Bunyi yang berubah saat menikung, karena beban berpindah ke sisi roda yang lain.
- Roda terasa longgar ketika digoyang dalam posisi terangkat.
- Setir atau lantai kabin bergetar pada kecepatan tertentu.
- Keausan ban yang tidak merata pada satu sisi.
- Lampu indikator ABS menyala pada kendaraan yang sensor rodanya terhubung dengan bearing.
Bunyi dari bearing sering disamakan dengan bunyi ban atau permukaan jalan. Pembedanya, bunyi bearing tetap ada pada berbagai jenis permukaan jalan dan berubah ketika arah belokan berganti.
Penyebab Bearing Roda Cepat Aus
Beberapa faktor yang umum memperpendek umur pakai Bearing Roda adalah sebagai berikut. Seal yang rusak membuat air, debu, dan lumpur masuk sehingga pelumas tercemar. Pelumas yang mengering atau berkurang menaikkan gesekan dan suhu. Benturan keras pada jalan berlubang dapat merusak permukaan bola atau rol di dalam bearing. Pemasangan yang tidak sesuai prosedur, misalnya torsi mur as yang tidak tepat, juga memicu keausan dini.
Faktor lain adalah muatan yang melebihi kapasitas kendaraan dan penggunaan Velg atau ban yang ukurannya berbeda dari spesifikasi pabrik. Komponen Kaki-Kaki yang sudah longgar, seperti Ball Joint atau Tie Rod End, ikut membuat beban pada roda tidak seimbang sehingga bearing menerima tekanan tambahan.
Cara Memeriksa dan Menangani Bearing Roda
Pemeriksaan mandiri dapat dimulai dengan memarkir mobil di permukaan datar, menarik rem tangan, lalu mengangkat roda dengan dongkrak dan menopangnya menggunakan jack stand. Pegang roda pada posisi jam 12 dan jam 6, lalu goyangkan; ulangi pada posisi jam 3 dan jam 9. Kelonggaran yang terasa menandakan adanya masalah pada bearing atau komponen lain yang perlu dicek oleh teknisi. Putar roda dengan tangan dan dengarkan bunyi kasar atau gesekan yang tidak rata.
Bearing yang sudah rusak tidak dapat diperbaiki dan perlu diganti. Pemasangan sebaiknya dilakukan di bengkel dengan alat press yang sesuai. Setelah penggantian, periksa kembali kondisi ban dan lakukan spooring apabila komponen kemudi ikut disentuh.Dapatkan berbagai komponen otomotif berkualitas tinggi untuk merawat kondisi mobil Anda hanya di Ichiban Auto Parts; pastikan selalu memilih produk yang cocok dengan spesifikasi kendaraan Anda.



