Dalam sistem suspensi kendaraan, ada banyak komponen yang bekerja secara bersamaan untuk menjaga kestabilan, kenyamanan, dan keamanan saat berkendara. Salah satu komponen Sparepart mobil yang sering luput dari perhatian pengemudi adalah Lower Arm mobil. Komponen ini berperan vital dalam menjaga keseimbangan roda, menopang beban kendaraan, serta memastikan gerakan suspensi tetap stabil dan terkendali. Jika bagian ini bermasalah, kenyamanan berkendara bisa terganggu, mobil terasa limbung, arah setir tidak stabil, hingga muncul bunyi aneh saat melewati jalan tidak rata.
Dengan memahami cara kerja, fungsi, dan tanda-tanda kerusakan pada komponen ini, Anda bisa mencegah kerusakan lebih parah dan menjaga performa kendaraan tetap optimal setiap saat.
Mengenal Lower Arm Mobil
Lower Arm atau yang juga dikenal sebagai Control Arm bagian bawah merupakan komponen suspensi yang berfungsi menghubungkan roda mobil ke rangka kendaraan (chassis). Lower Arm mobil terpasang di bagian roda depan.
Secara bentuk, Lower Arm memiliki struktur menyerupai segitiga atau huruf A dan terbuat dari bahan baja tebal agar mampu menahan beban serta tekanan dari roda. Pada ujungnya, Lower Arm dihubungkan ke Ball Joint dan Bushing yang memungkinkan roda bergerak naik turun mengikuti kondisi jalan tanpa mengubah posisi roda secara horizontal.
Dengan kata lain, Lower Arm bertanggung jawab menjaga posisi roda tetap sejajar dan stabil, meskipun suspensi bekerja keras meredam guncangan. Komponen ini bekerja sama dengan Shockbreaker, Link Stabilizer, dan Upper Arm (jika ada).
Fungsi Lower Arm Mobil
Memahami fungsi Lower Arm mobil bukan hanya penting bagi mekanik, tetapi juga bagi pemilik kendaraan agar bisa melakukan perawatan dengan tepat. Berikut fungsi utama Lower Arm pada kendaraan, yaitu :
1. Menjaga Kestabilan Roda Mobil
Fungsi utama Lower Arm adalah menjaga agar roda tetap stabil dan sejajar dengan permukaan jalan. Ketika mobil melaju di jalan yang tidak rata, Lower Arm memastikan roda tetap berada pada posisi yang tepat tanpa mengubah sudut kemiringan roda (camber). Dengan begitu, kendaraan tetap stabil dan mudah dikendalikan, bahkan saat melewati jalan bergelombang atau rusak parah.
Tanpa Lower Arm yang berfungsi dengan baik, posisi roda bisa bergeser, menyebabkan mobil terasa tidak seimbang atau “narik” ke salah satu sisi. Selain mengganggu kenyamanan, hal ini juga bisa mempercepat keausan ban secara tidak merata.
2. Menyerap dan Meredam Getaran Jalan
Lower Arm juga berfungsi membantu sistem suspensi dalam meredam getaran yang timbul akibat kondisi jalan. Bersama bushing dan Shockbreaker, Lower Arm menyerap sebagian besar getaran sehingga tidak langsung diteruskan ke bodi mobil. Inilah alasan mengapa mobil tetap terasa nyaman meskipun melewati jalan bergelombang atau berbatu.
Bushing pada Lower Arm berperan penting dalam hal ini. Jika bushing sudah aus, kemampuan Lower Arm untuk meredam getaran akan berkurang, sehingga mobil terasa lebih keras atau berisik saat dikendarai.
3. Menghubungkan Sistem Suspensi dan Rangka Mobil
Selain menjaga posisi roda, Lower Arm juga menjadi penghubung utama antara sistem suspensi dengan rangka mobil. Komponen ini menyalurkan gaya vertikal dan lateral dari roda ke rangka, sekaligus memastikan gerakan suspensi tetap terkontrol. Tanpa Lower Arm, roda tidak akan memiliki tumpuan yang kokoh dan kendaraan akan kehilangan stabilitasnya.
Karena beban yang diterima cukup besar, Lower Arm harus dibuat dari bahan logam yang kuat dan dirancang untuk tahan terhadap tekanan tinggi serta benturan. Itulah mengapa komponen ini termasuk salah satu bagian Kaki-Kaki mobil yang paling penting untuk diperhatikan kondisinya.
Cara Merawat Lower Arm Mobil
Lower Arm termasuk komponen Kaki-Kaki mobil yang cukup awet dan tidak perlu sering diganti, tetapi tetap membutuhkan perawatan agar tidak cepat rusak. Berikut beberapa tips perawatan yang bisa Anda lakukan:
1. Hindari Jalan Rusak atau Berlubang
Jalan rusak dengan permukaan tidak rata bisa memberikan tekanan berlebih pada Lower Arm. Jika sering melewati jalan seperti ini dengan kecepatan tinggi, komponen akan cepat longgar, bushing bisa sobek, dan Ball Joint bisa aus. Jadi, usahakan untuk memperlambat laju kendaraan ketika melewati jalan yang tidak mulus.
2. Lakukan Pemeriksaan Rutin Kaki-Kaki
Lakukan pengecekan rutin Kaki-Kaki mobil setiap 10.000–20.000 Km atau saat melakukan spooring dan balancing. Pemeriksaan ini membantu mendeteksi lebih dini jika ada bushing yang mulai longgar atau retak. Dengan begitu, Anda bisa menggantinya sebelum kerusakan merembet ke komponen lain.
3. Hindari Beban Berlebih
Membawa muatan yang melebihi kapasitas kendaraan juga bisa mempercepat keausan pada Lower Arm. Beban berat akan memberikan tekanan berlebih pada sistem suspensi, termasuk pada bagian lengan bawah ini. Pastikan untuk selalu membawa muatan sesuai kapasitas mobil agar komponen Kaki-Kaki tetap awet.
4. Gunakan Suku Cadang Berkualitas
Jika Lower Arm atau bushing-nya sudah aus dan harus diganti, gunakan Lower Arm berkualitas tinggi, salah satunya produk dari merk Ichiban Auto Parts. Sparepart berkualitas akan lebih awet, presisi serta lebih nyaman dan aman digunakan. Dapatkan Lower Arm Ichiban melalui cabang dan dealer resmi PT. Anugerah Idealestari yang tersebar di berbagai kota besar di Indonesia. Cek daftar distributor Sparepart mobil terdekat dengan lokasi Anda. Atau klik banner di bawah ini untuk hubungi kami langsung melalui WhatsApp.
Setelah mengganti komponen suspensi seperti Lower Arm, sebaiknya lakukan spooring dan balancing agar posisi roda kembali sejajar. Hal ini penting untuk menjaga kestabilan kendaraan dan menghindari keausan ban tidak merata.


