Bunyi berdecit atau berderit ketika setir diputar adalah keluhan yang sering muncul pada mobil dengan usia pakai menengah. Bunyi ini dapat berasal dari sistem power steering, belt mesin, komponen kaki-kaki, maupun ban yang bergesekan dengan bodi. Karena sumbernya beragam, penentuan penyebab perlu dilakukan bertahap, dimulai dari pemeriksaan yang paling sederhana. Artikel ini menguraikan penyebab yang umum, cara membedakannya, dan komponen kemudi yang perlu diperiksa agar penanganan lebih tepat sasaran.
Penyebab dari Sistem Power Steering
Pada mobil dengan power steering hidrolik, bunyi berdecit saat setir diputar penuh sering berkaitan dengan cairan power steering yang berkurang atau sudah menurun kualitasnya. Udara yang masuk ke dalam sistem juga dapat menimbulkan bunyi mendengung atau berdecit. Pompa power steering yang aus menghasilkan bunyi yang lebih terdengar ketika mesin hidup dan setir diputar sampai batas.
Pemeriksaan awalnya adalah memastikan level cairan berada di antara tanda minimum dan maksimum pada reservoir. Jika level turun berulang, ada kemungkinan kebocoran pada selang, sambungan, atau seal rack yang perlu diperiksa teknisi.
Penyebab dari Belt dan Komponen Mesin
Belt yang mengoper tenaga ke pompa power steering dapat mengendur, aus, atau licin. Pada kondisi itu, belt tergelincir pada puli ketika beban pompa meningkat, yaitu saat setir diputar. Bunyinya berupa decitan tajam yang muncul dan hilang mengikuti putaran setir, dan sering lebih jelas pada pagi hari atau saat mesin masih dingin.
Periksa permukaan belt untuk melihat retakan, bagian yang mengilap, atau serat yang terkelupas. Tensioner dan puli juga perlu dicek karena bearing yang aus pada komponen tersebut menimbulkan bunyi serupa.
Penyebab dari Komponen Kaki-Kaki dan Kemudi
Bunyi berdecit saat setir diputar pada kecepatan rendah, misalnya ketika parkir, dapat berasal dari sambungan bola pada Tie Rod End dan Ball Joint. Ketika pelumas di dalam sambungan berkurang atau boot karetnya sobek, gesekan logam meningkat dan menimbulkan bunyi berderit. Kondisi ini biasanya disertai kelonggaran yang terasa pada setir dan keausan ban yang tidak merata.
Komponen lain yang perlu diperiksa adalah bushing arm, strut mount, serta bearing pada dudukan per. Kerusakan pada bagian-bagian tersebut dapat memunculkan bunyi saat roda berputar ke kiri atau kanan. Tie Rod End dan Ball Joint termasuk komponen yang dapat diganti terpisah, dan ICHIBAN Auto Parts menyediakan keduanya untuk berbagai tipe mobil.
Cara Menentukan Sumber Bunyi
Lakukan pengujian dalam urutan berikut:
- Putar setir dalam keadaan mobil diam dengan mesin hidup, lalu dengarkan apakah bunyi muncul. Bila ya, curigai power steering atau belt.
- Matikan mesin dan putar setir. Pada mobil tanpa bantuan hidrolik, bunyi yang tetap ada mengarah ke komponen kaki-kaki atau ban.
- Jalankan mobil perlahan pada putaran penuh. Bunyi yang bergantung pada gerak roda mengarah ke Ball Joint, Tie Rod End, atau bearing.
- Periksa tekanan ban dan kemungkinan ban menyentuh pelindung roda pada putaran penuh.
Catat kondisi saat bunyi muncul, misalnya saat mesin dingin, setelah hujan, atau pada kecepatan tertentu, lalu sampaikan kepada teknisi. Informasi ini mempercepat diagnosis. Bila bunyi disertai setir yang terasa longgar atau mobil tidak stabil, hindari berkendara jauh sebelum pemeriksaan dilakukan, karena komponen kemudi yang aus berkaitan langsung dengan keselamatan.



